Dedi Mulyadi Usul Underpass di Gerbang Tol Bandung Atasi Macet Parah Pasteur

redaksicililinku
Dedi Mulyadi Usul Underpass di Gerbang Tol Bandung Atasi Macet Parah Pasteur

CILILINKU.COM- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengusulkan pembangunan underpass di kawasan Jalan Pasteur, Kota Bandung, sebagai solusi mengurai kemacetan kronis yang kerap terjadi setiap akhir pekan.

Menurut Dedi, kepadatan lalu lintas di kawasan Pasteur hampir pasti terjadi setiap Jumat hingga Minggu. Salah satu penyebab utamanya adalah keberadaan persimpangan dengan lampu lalu lintas (traffic light) di dekat Gerbang Tol Pasteur, yang justru memperparah antrean kendaraan, terutama saat volume kendaraan meningkat.

“Saya minta kepala PU. Sudahlah, di mana-mana tiap Jumat, Sabtu, Bandung pasti macet di Pasteur-nya. Problemnya apa? Ada perempatan traffic light di depan gerbang tol. Kalau Sabtu-Minggu, panjang sudah,” ujar Dedi di Gedung Pakuan baru-baru ini.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Dedi mendorong pembangunan underpass agar arus kendaraan dari arah tol menuju pusat Kota Bandung dapat mengalir tanpa hambatan lampu merah di persimpangan.

Selain itu, ia juga meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung dalam menata ulang sistem lampu lalu lintas yang dinilai belum optimal.

“Saya sudah setahun minta Kepala Bappeda koordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung. Apa intervensinya? Adalah traffic light di Kota Bandung itu tidak beraturan,” ucapnya.

Dedi menilai, persoalan semakin kompleks karena pengoperasian traffic light di Kota Bandung masih dilakukan secara manual, sehingga tidak adaptif terhadap kondisi lalu lintas yang dinamis.

“Ini pusat kota. Segera konektivitaskan agar itu bisa jalan,” katanya.

Tak hanya di Bandung, Dedi juga menyoroti penggunaan lampu lalu lintas di sejumlah daerah yang dinilai tidak tepat sasaran. Ia menilai, tidak semua kawasan membutuhkan traffic light, terutama di daerah dengan volume kendaraan yang rendah.

“Tidak semua daerah harus pakai traffic light. Kenapa? Traffic light itu mengatur kemacetan. Di kita ini kadang-kadang ada kota yang aneh. Mobil na hiji, pakai lampu merah. Justru lampu merah menjadi penghambat,” ujarnya.

Dedi bahkan mengungkapkan pengalamannya saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta, di mana penerapan traffic light di banyak persimpangan justru memicu kemacetan.

“Maka begitu, dipareuman. Lancar. Nah, jadi saya juga mohon pada kota-kota yang kecil, yang mobilitas mobilnya kecil, gak usah pake traffic light,” pintanya.

Untuk wilayah yang memang membutuhkan lampu lalu lintas, ia menekankan pentingnya integrasi sistem antarjalan agar pengaturan arus kendaraan berjalan efektif dan tidak menimbulkan penumpukan.

“Karena itu tujuannya pengaturan. Nah ini harus terkoneksi,” ucapnya.***

Bagikan artikel: