Dedi Mulyadi Singgung Ancaman Sniper dari Hotel Pullman ke Gedung Sate

redaksicililinku
Dedi Mulyadi Singgung Ancaman Sniper dari Hotel Pullman ke Gedung Sate

CILILINKU.COM- Rencana penataan ulang kawasan Gedung Sate tidak sekadar soal estetika dan ruang publik. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi justru membuka dimensi lain yang lebih sensitif, yakni potensi kerawanan keamanan di jantung pemerintahan provinsi.

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa Barat 2026 untuk penyusunan RKPD 2027 di Gedung Pakuan, Rabu (15/4/2026), Dedi meluruskan persepsi publik terkait proyek yang selama ini disebut “plaza”.

Ia menegaskan, tidak ada pembangunan gedung baru di depan Gedung Sate. Di mana yang dilakukan adalah perluasan halaman untuk menyatukan kawasan dengan Lapangan Gasibu.

“Jadi pengumumannya adalah akan dibangun plaza. Pemahaman masyarakat, kalau plaza itu adalah bangunan. Cukup saja, halaman Gedung Sate akan diperluas. Sehingga nanti Gasibu dan halaman Gedung Sate menjadi satu kesatuan yang tidak terpisah,” ujar Dedi.

Penataan ini juga akan berdampak pada rekayasa lalu lintas. Jalan Diponegoro yang selama ini menjadi pemisah utama akan diubah total, tidak lagi lurus seperti sekarang.

“Kemudian Jalan Diponegoro-nya tidak akan lurus, tapi melingkar ke arah ujung Utara, mengambil sebagian tanah Gasibu,” ucapnya.

Ia melanjutkan, bila penataan ulang menjadi kontroversi karena dianggap menyalahi tata kota, dengan tegas Dedi menyoroti kehadiran Hotel Pullman. Di mana menurutnya dapat membahayakan.

“Kenapa? Di depan Gedung Sate ada bangunan hotel yang tingginya melebihi Gedung Sate. Dari sisi keamanan, Gedung Sate bulan gedung lagi yang aman. Sniper ada di Pullman membidik ke arah Gedung Sate itu sangat mudah. Sehingga saya lebih memilih tinggal di rumah saja, daripada di Gedung Sate,” ucapnya.

Menariknya kata Dedi, kehadiran Pullman yang membahayakan keamanan Gedung Sate ini justru didirikan di lahan milik Pemprov Jabar.

“Itulah anehnya kita,” tandasnya.***

Bagikan artikel: