Dedi Mulyadi Minta Publik Diminta Tak Salah Paham soal Penataan Gedung Sate-Gasibu

redaksicililinku
Dedi Mulyadi Minta Publik Diminta Tak Salah Paham soal Penataan Gedung Sate-Gasibu

CILILINKU.COM- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meluruskan isu yang berkembang, terkait rencana penutupan Jalan Diponegoro di kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu.

Ia menegaskan, tidak ada kebijakan menutup jalan tersebut, melainkan hanya perubahan pola arus lalu lintas sebagai bagian dari penataan kawasan.

Isu ini mencuat setelah muncul petisi daring yang menolak rencana integrasi kawasan Gedung Sate dan Gasibu. Dalam petisi itu, warga menyuarakan kekhawatiran bahwa Jalan Diponegoro akan ditutup permanen dan dialihfungsikan menjadi area publik non-kendaraan. Hingga Senin petang (20/4/2026), petisi tersebut telah mengumpulkan 1.456 tanda tangan.

“Kita tidak menolak pembangunan, tidak menolak revitalisasi Gedung Sate dan Lapangan Gasibu. Yang kita, kami, inginkan adalah jangan ambil Jalan Diponegoro. Jangan ditutup, dan jangan melakukan pengalihan lalu lintas,” bunyi petisi tersebut.

Penolakan juga secara tegas diarahkan pada potensi hilangnya fungsi jalan sebagai akses umum. “Yang kita tolak adalah penutupan Jalan Diponegoro dan menghilangkan fungsinya dari jalan umum dengan menjadikannya bagian dari plasa yang tidak bisa diakses lalu lintas kendaraan,” lanjut isi petisi.

Menanggapi hal itu, Dedi menilai persepsi publik tidak sepenuhnya tepat. “Salah. Tidak ada penutupan Jalan Diponegoro, yang ada adalah pengalihan ruas Jalan Diponegoro,” tegasnya.

Menurut Dedi, desain penataan kawasan justru mengubah karakter lalu lintas, dari yang sebelumnya memotong kawasan menjadi sistem melingkar. Dengan skema tersebut, kendaraan tetap bisa melintas, namun melalui jalur yang mengitari kawasan Gedung Sate dan Gasibu.

“Yang asalnya membelah antara Gasibu dan Gedung Sate itu nanti melingkar, jadi muter. Tidak ada penutupan,” terang Dedi.

Ia juga memastikan, perubahan arus tidak akan diberlakukan dalam waktu dekat. Pemerintah akan menunggu hingga seluruh infrastruktur pendukung selesai dan dinilai layak sebelum pengalihan diterapkan.

“Selama jalannya belum dibangun tidak akan kita tutup. Nanti setelah dibangun nyaman, baru kita alihkan,” tandasnya.***

Bagikan artikel: