Petani Rajamandala Kulon Manfaatkan Akar Bambu Untuk Pupuk Organilk

  • Muhammad Akbar
  • 29/09/2021
  • 18:15
instagram @desa_rajamandalakulon

Cililinku, Rajamandala Kulon-Dikutip dari unggahan instagram @desa_rajamandalakulon, banyak petani yang mempunyai masalah terkait pupuk dengan harga mahal, hama yang tak tekendali, dan kesuburan tanah yang setiap musimnya menurun, Rabu (29/09/2021).

Hal tersebut membuat para petani mengalami penurunan hasil panen yang menurun drastis, sama seperti yang dirasakan oleh petani di Rw 25, Desa Rajamandalakulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Patriot Desa dan Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan (POPI) Kecamatan Cipatat pun membangun kolaborasi dalam melakukan pendamping terhadap para petani. Kelompok Tani Makmur kemudian membuat pelatihan dalam rangka memfasilitasi para petani dalam pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar, yaitu akar bambu.

Baca Juga: Jadwal TV RCTI Senin 5 September 2022, Ada Preman Pensiun 6 dan Sinetron Ikatan Cinta

Dalam unggahan instagram @desa_rajamandala kulon dijelaskan bahwa akar bambu merupakan bahan utama pembuatan pupuk organik atau yang disebut pupuk organik Plant Growth Promoting Rhizobakteri (PGPR) yang bermanfaar sebagai pengendali hama, peningkatan kesuburan tanah dan percepatan pertumbuhan tanaman.

Pembuatan dan pengaplikasian pupukorganik PGPR in menjadi salah satu upaya pemanfaatan sumberdaya alam yang ada, peningkatan partisipasi masyarakat dan kesadaran masyarakat terkait potensi yang ada di wilayah desa.

Kurang lebih sudah 10 bulan Patriot Desa dan POPT Cipatat yang sudah hadir dalam memberikan kegiatan positif untuk para petani. Lamanya pendampingan itu membuat salah satu petani. Udin yang membuat pupuk organik dari akar jenis tanaman yang lain yaitu padi milik lahannya sedniri.

Setelah adanya pembuatan dan pengaplikasian pembuatan pupuk tersebut membuat para petani optimis, mengurangi penggunaan pupuk kimia, menghasilkan panen yang meningkat dan masih banyak yalinnya,

Udin, salah satu petani berharap kegiatan ini dapat berjalan secara menerus dan dapat diutalarkan kepada petani di Desa Rajamandala Kulon atau Desa lainnya, sehingga dapat menebar manfaat bagi orang banyak dan membuat petani Desa Rajamandala Kulon maju dan Mandiri.

TIdak hanya itu saja, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rama Mekar Desa Rajamandala Kulon pun mendorong warna dan semangat baru demi perekonomian masyarkat desa yaitu membuat pupuk tersebut dengan dikemas secara kereatif.

Adanya Kolaborasi Pemdes, Bumdes Rama Mekar, POPT Cipatat, Kelompok Tani Makmur, Penggerak Lokal, dan Patriot Desa sekarang telah hadir produk inovasi PGPR Akar Bambu dengan kemasan yang menarik.

Baca Juga: Kapan Serial Bestie Tayang? Inilah Jadwal Lengkap dengan Sinopsis dan Daftar Pemain

Trending

Berita Terkini

logo

© Copyright 2022 cillinku.com