Musim Hujan Belum Datang, Lahan Sawah di Cihampelas Sengaja Dikeringkan

  • Muhammad Akbar
  • 11/10/2021
  • 21:00

Cililinku, -Terdapat eberapa lahan pertanian di desa di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami kekeringan dan tidak terurus, Senin (11/10/2021).

Hal tersebut dikarenakan merupakan lahan pertanian yang ada kawasan tadah hujan.

Kepala Desa Tanjung Jaya, Titin Marlina mengungkapkan bahawa lahan pertanian itu sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya, sambil pasrah menunggu datangnya musim penghujan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Bandung BMKG Kamis 22 September 2022: Siang-Sore Hujang Ringan

“Ketika musim kemarau praktis tidak ada pasokan air yang cukup ke sawah dan ladang milik warga,” katanya seperti yang dilansir dari inilahkoran.com.

“Akhirnya para petani membiarkan lahan pertanian mereka tidak digarap,” tuturnya.

Tintin menyebutkan terdapat sekitar 200 hektar lahan pertanian di beberapa kampung yang imbas akibat musim kemarau, antara lain di RW 8, 3, 9, Kampung Jalitri, Mareleng, Sawahlega, dan Sukatengah.

Menurutnya, hal ini sudah lama terjadi, petani di wilayahnya memang hanya mengandalakan musim hujan. Biasanya mereka dalam setahun bisa melukakn panen sebanyak 2 kali.

“Karena kondisi kekeringan yang dari tahun ke tahun semakin parah, paling kini disiasati dengan menanam palawija. Atau jika tidak ada modal, membiarkan lahannya tidak terawat,” sebutnya.

Ia mengaku, saat ini di wilayah Desa Tanjuwangi tidak ada irigasi yang dapat mengairi sawah pada saat musim kemarau. Sebelumnya, air irigasi yang bersumber dari air di Curug Jompong pernah mengairi sawah di Tanjungjaya.

Kendati demikian, kini airnya tidak pernah lagi sampai karena sudah habis terpakai di wilayah hulu.

Baca Juga: Sinetron Preman Pensiun 6 Rabu 21 September 2022: Gawat! Peperangan Besar Bakal Terjadi di Terminal

“Paling warga beralih profesi mencari ikan ke Waduk Saguling,” sebutnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala Desa, Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Andriwan Burhanudin.

Ia menjelaskan, di wilayahnya ada sekitar 150-200 hektare lahan pertanian yang juga mengering dan tidak digarap dulu.

“Warga masih menunggu musim penghujan untuk kembali menanam padi agar pasokan air mencukupi,” jelasnya.

Ia menyebut, di musim kemarau saat ini warga pasti membiarkan lahan. Lalu, ketika masuk musim penghujan baru kembali digarap.

“Selain itu ada juga yang lahan sawah beralih fungsi karena pasokan air yang minim,” sebutnya.

Baca Juga: Angkat Bicara Usai Dituding Selingkuh dengan Reza Arap, Ternyata Ini Pria Idaman Rossa

Trending

Berita Terkini

logo

© Copyright 2022 cillinku.com