Antisipasi Pemudik Membeludak, Camat Batujajar Siapkan Kolam Bale Apung Sebagai Tempat Isolasi

  • Gilang Fathu
  • 30/04/2021
  • 19:02
Larangan mudik lebaran tahun 2021 sudah di tetapkan oleh pemerintah pusat mulai dari tanggal 6-24 Mei. (foto: Gilang Fathu Romadhan)

Cililinku, Batujajar Timur -Larangan mudik lebaran tahun 2021 sudah di tetapkan oleh pemerintah pusat mulai dari tanggal 6-24 Mei.

Untuk mengantisipasi nya Kecamatan Batujajar bakal mengadakan penyekatan di beberapa titik dan mengisolasi warga yang nekad mudik.

Hal ini diungkapkan oleh Camat Batujajar Deden Mulyadi saat dikunjungi cililinku.com di ruangannya pada Jumat (30/4/2021).

Baca Juga: Cinta Setelah Cinta Hari Ini Senin 5 September 2022, Tio Rindu Ayu, Terungkap Bahwa Pelakor Mengandung Anak Niko

Ia mengatakan sudah mempersiapkan ruang isolasi untuk mengantisipasi membludaknya pemudik.

“Untuk itulah Kecamatan Batujajar sudah punya rumah isolasi mandiri,” tutur Deden.

Tempat isolasi tersebut berada di belakang puskesmas Batujajar. Karena belum ada yang isoman disana, lanjutnya, bisa digunakan untuk antisipasi pemudik yang datang ke Batujajar.

Selain itu, Deden mengungkapkan antisipasi jika pemudik membludak sehingga tempat isolasi penuh. Salahsatunya, kata dia, akan membuat tempat isolasi di kolam bale apung.

“Kolam bale apung yang pasti bakal kosong saat lebaran, disana kolam apungnya ada saungnya, kita tempatkan disana,” ungkapnya.

Karena berada di atas air, Deden mengklaim bahwa tempat tersebut aman untuk dijadikan tempat isolasi. Kebutuhan untuk Isoman juga bakal disediakan.

“Ya cukup aman, hanya untuk yang ada anak kecil mungkin akan kita pisahkan,” ujar Deden.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Bandung Selasa 6 September 2022: Berpotensi Hujan Sepanjang Hari

Selain rumah isolasi mandiri, di Kecamatan Batujajar juga akan ada penyekatan di beberapa titik. Seperti di pertigaan Cangkorah, di jalan Sinarjaya, dan Haurngambang.

“Kita akan bekerjasama dengan lintas sektor baik Muspika maupun potensi lainnya,” kata dia.

Seperti diketahui, jembatan gantung yang berada di Desa Pangauban itu menjadi jalur alternatif antara Batujajar dengan Saguling.

Namun untuk penyekatan disana, pria yang sedabg mengenakan baju batik ini mengatakan belum dipastikan.

“Bisa saja dilakukan, mungkin penyekatan bukanbterjadi di sana, tapi di kota baru,” tutupnya. (pur)

Trending

Berita Terkini

logo

© Copyright 2022 cillinku.com